News & Events

IBLAM Mengadakan Webinar Perlindungan Data Privasi dari Kebocoran Data di Tokopedia

Kamis, 14 Mei 2020, IBLAM School of Law merespon kegaduhan nasional mengenai kebocoran data sejumlah e-commerce di Indonesia hingga jutaan akun. Salah satu yang menarik perhatian publik adalah kebocoran data Tokopedia. IBLAM lalu mengadakan Webinar bertajuk “Perlndungan Data Privasi dari Kebocoran Data di Tokopedia” dengan narasumber Dr. Sinta Dewi, S.H.,LL.M. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran) dan Budiman Sudjatmiko (Ketua Umum Innovator 4.0 & Mantan Anggota DPR RI). Acara yang dipandu oleh Dr (Cand) Rahmat D Putranto, S.H.,M.H. (CEO IBLAM School of Law) ini dipenuhi oleh antusiasme publik yang ikut serta di dalam agenda ini. Lebih dari 300 peserta dari berbagai kalangan turut berpartisipasi.

Kasus kebocoran 91 juta data pengguna Tokopedia kini bergeser ke ranah hukum. Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menggugat Tokopedia dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rp 100 miliar atas kesalahan ini. Gugatan hukum ini sudah didaftarkan secara online ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), dengan nomor pendaftaran online PN JKT.PST-050201 XD.

KKI selaku Penggugat telah menerima beberapa pengaduan sehubungan dengan penguasaan data pribadi pemilik akun tokopedia tanpa persetujuan pemilik akun. Data pribadi tersebut berupa user id email, tanggal lahir, jenis kelamin dan nomor telepon. Pengaduan disampaikan karena pemilik akun mengalami kekhawatiran akan terjadinya tindakan yang dilakukan secara melawan hukum dan menimbulkan kerugian di kemudian hari. Tokopedia telah melakukan kesalahan karena tidak memiliki sistem elektronik yang laik dan tidak memiliki sistem pengamanan yang patut untuk mencegah kebocoran atau mencegah setiap kegiatan pemrosesan atau pemanfaatan data pribadi secara melawan hukum.

Untuk menambahkan untuk menjaga kerahasiaan dan melindungi data pribadi serta privasi warga negara yang melakukan transaksi elektronik, negara mewajibkan kepada setiap pihak yang memperoleh data pribadi. Termasuk bertindak sebagai pengemban amanat dalam menyimpan dan menguasai data pribadi seseorang.

Menurut KKI, telah dikuasainya data pribadi pemilik akun Tokopedia oleh pihak ketiga secara melawan hukum, maka para pemilik akun berpotensi menjadi korban scaming, phising, malware (malicious software), dan spam. Hal ini karena data pengguna yang bocor berupa akun email dan nomor telepon pengguna berpotensi disalahgunakan mengirimkan pesan penipuan.

Bagi Sinta, Indonesia harus segera mengesahkan RUU Perlindungan Data Privasi yang sudah lama tertahan di Prolegnas DPR RI. Padahal negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, hingga negara miskin di Afrika sudah memiliki produk hukum ini. Alhasil Ketika kita sudah berkali-kali mengalami kebocoran data Facebook hingga Tokopedia, kita tidak mampu berbuat banyak. Lalu Budiman menambahkan bahwa persoalan kedepan adalah bukan saja soal perlindungan data privasi semata, namun juga soal budaya masyarakat Indonesia yang suka mengumbar aktifitasnya merupakan bagian yang bertolakbelakang dengan semangat RUU Perlindungan Data Privasi.

Butuh Bantuan?

Tim IBLAM siap menjawab kebutuhanmu

Kampus Jakarta

Kampus Depok

Berita dan Event Lainnya

Lihat Semua >