Secara bahasa, negosiasi artinya merundingkan atau melakukan pembicaraan mengenai sesuatu. Jadi dalam prosesnya komunikasi ini akan terjadi secara dua arah yaitu melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan. Tujuan dari adanya negosiasi adalah untuk membantu pihak-pihak terkait untuk menyamakan pandangan serta meluruskan masalah. Selain itu, perundingan juga sering terjadi untuk mengatasi sengketa. Mari kita pelajari jenis negosiasi di artikel ini.
Contents
- 1 Jenis-jenis Negosiasi dalam Ranah Hukum
- 2 Menurut Para Ahli
- 3 Dasar Hukum Negosiasi dan Mediasi di Indonesia
- 4 Contoh Kasus Nyata
- 5 Tabel Ringkasan Jenis Negosiasi
- 6 FAQ Seputar Negosiasi
- 7 Belajar Negosiasi di Sekolah Hukum
Jenis-jenis Negosiasi dalam Ranah Hukum
Dalam hal ini negosiasi bertujuan untuk mengatasi konflik serta memperoleh kesepakatan yang nantinya harus diterima oleh kedua belah pihak. Secara umum, ada banyak sekali jenis-jenis negosiasi, beberapa contohnya, yaitu:
Jenis Negosiasi Berdasarkan Situasinya
Jenis negosiasi yang pertama adalah kita lihat berdasarkan situasinya. Menurut situasinya, proses perundingan terbagi menjadi dua, yaitu:
Negosiasi Formal
Seperti namanya, negosiasi formal merupakan proses perundingan yang terjadi dalam suasana yang formal. Artinya proses diskusi ini melibatkan struktur yang jelas, aturan tertentu, serta sering kali berkaitan dengan kepentingan hukum atau bisnis.
Negosiasi formal tidak selalu berarti dilakukan di pengadilan. Dalam praktiknya, negosiasi formal dapat terjadi dalam berbagai situasi seperti perundingan kontrak bisnis, kesepakatan antar perusahaan, maupun penyelesaian sengketa sebelum masuk ke tahap litigasi.
Perlu dipahami bahwa negosiasi berbeda dengan mediasi. Mediasi merupakan salah satu metode penyelesaian sengketa (Alternative Dispute Resolution) yang melibatkan pihak ketiga yang netral sebagai mediator. Sedangkan negosiasi dapat dilakukan langsung oleh para pihak tanpa keterlibatan pihak ketiga.
Ciri khas dari negosiasi formal adalah melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan dengan tujuan yang jelas serta sering didukung oleh dokumen atau bukti tertulis.
Kelebihan negosiasi formal yaitu lebih terarah dan juga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Sebab proses perundingan biasanya melibatkan bukti hitam di atas putih, sehingga hasil kesepakatan nantinya akan memiliki kekuatan hukum yang sah.
Negosiasi Non Formal
Negosiasi non formal adalah proses perundingan yang terjadi secara personal dan melibatkan orang yang tidak terlalu banyak. Perundingan ini juga bisa Anda lakukan dimana saja karena tidak perlu ada pihak yang berperan sebagai saksi ataupun mediator.
Contoh negosiasi non formal bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya yaitu perundingan yang terjadi di dalam keluarga, proses tawar menawar di pasar, dan lain sebagainya.
Jenis Negosiasi Berdasarkan Metode atau Caranya
Selain berdasarkan situasinya, negosiasi juga bisa kita bedakan berdasarkan cara yang orang gunakan. Ada banyak sekali metode untuk melakukan perundingan, beberapa contohnya adalah sebagai berikut.
Negosiasi Dominasi
Dalam beberapa kesempatan, ada orang yang memilih menggunakan negosiasi dominasi. Seperti namanya, jenis perundingan ini menggunakan pendekatan kompetitif dimana satu pihak berusaha untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan pihak lainnya.
Dalam teori negosiasi modern, metode ini sering disebut sebagai competitive atau distributive negotiation. Artinya fokus utama dari metode ini adalah memaksimalkan keuntungan pihak sendiri (maximizing own gain), bukan sekadar memenangkan perdebatan secara mutlak.
Dalam proses diskusi yang menggunakan metode ini, satu pihak akan berperan sebagai yang lebih kompetitif. Mereka akan menyampaikan argumen dengan tegas, langsung, dan berorientasi pada hasil yang menguntungkan pihaknya.
Negosiasi Akomodasi
Berkebalikan dengan negosiasi dominasi, jenis perundingan yang satu ini lebih berorientasi pada menjaga hubungan baik dengan pihak lawan. Jadi dalam prosesnya mereka akan lebih banyak mengalah dan meminimalkan konflik.
Pihak yang menggunakan metode yang satu ini pada umumnya akan mendapatkan keuntungan yang lebih sedikit. Namun pendekatan ini sering dipilih untuk menjaga hubungan jangka panjang.
Negosiasi Kolaborasi
Pada metode perundingan kolaborasi, semua pihak akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengemukakan pendapat dan menyampaikan keberatan. Jadi kedua belah pihak memiliki kesempatan dan posisi yang sama.
Negosiasi kolaborasi akan berlangsung dengan suasana yang lebih kondusif. Sehingga nantinya bisa menghasilkan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak (win-win solution).
Negosiasi Kompromi
Seperti namanya, jenis perundingan yang satu ini juga lebih mengedepankan segi kompromi. Jadi masing-masing pihak akan saling mendengarkan dan menyesuaikan kepentingannya.
Hasil keputusan yang diambil biasanya merupakan titik tengah yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.
Negosiasi Menghindari
Negosiasi menghindari sering mendapat sebutan sebagai avoiding. Dalam praktiknya, pendekatan ini lebih tepat dipahami sebagai gaya menghadapi konflik (conflict management style), bukan jenis negosiasi utama.
Dalam model Thomas-Kilmann, avoiding merupakan salah satu gaya dimana pihak memilih untuk menghindari konflik atau menunda perundingan ketika situasi dianggap tidak menguntungkan.
Tujuannya adalah untuk mengurangi tekanan atau menunggu waktu yang lebih tepat untuk melakukan negosiasi.
Jenis Negosiasi Berdasarkan Hasilnya
Jenis negosiasi yang selanjutnya adalah dilihat berdasarkan hasil akhirnya.
Negosiasi Integratif
Negosiasi integratif merupakan jenis perundingan yang mengedepankan win win solution. Jadi hasil akhir dari proses diskusi mengedepankan keuntungan bagi dua kubu yang terlibat.
Negosiasi Win Lose
Negosiasi win lose merupakan proses perundingan yang memiliki hasil akhir dengan kondisi zero-sum. Jadi satu pihak akan keluar sebagai pemenang sedangkan pihak lain akan mengalami kekalahan.
Outcome Negatif (Lose-Lose)
Dalam beberapa kondisi, hasil negosiasi juga bisa berakhir dengan kerugian bagi kedua belah pihak. Kondisi ini sering disebut sebagai lose-lose.
Namun dalam teori negosiasi, lose-lose bukan merupakan jenis utama, melainkan hasil yang tidak diharapkan akibat negosiasi yang tidak berjalan efektif.
Menurut Para Ahli
Beberapa ahli memberikan definisi terkait negosiasi, di antaranya:
Menurut Fisher dan Ury, negosiasi adalah proses komunikasi dua arah yang bertujuan mencapai kesepakatan ketika kedua pihak memiliki kepentingan yang sama maupun berbeda.
Menurut Lewicki, negosiasi adalah proses dimana pihak-pihak yang memiliki kepentingan berbeda mencoba mencapai kesepakatan bersama.
Pendapat para ahli ini menegaskan bahwa negosiasi tidak hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana mencapai solusi yang dapat diterima bersama.
Dasar Hukum Negosiasi dan Mediasi di Indonesia
Dalam ranah hukum Indonesia, penyelesaian sengketa di luar pengadilan dikenal sebagai Alternative Dispute Resolution (ADR).
Salah satu dasar hukum penting adalah: PERMA No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Peraturan ini mengatur bahwa setiap perkara perdata yang masuk ke pengadilan wajib terlebih dahulu diupayakan penyelesaian melalui mediasi. Hal ini menunjukkan bahwa negosiasi dan mediasi memiliki peran penting dalam sistem hukum Indonesia, terutama untuk menyelesaikan sengketa secara damai.
Contoh Kasus Nyata
Sebagai contoh, dalam sengketa bisnis antara dua perusahaan terkait kontrak kerja sama, kedua pihak biasanya akan melakukan negosiasi terlebih dahulu untuk mencari solusi terbaik.
Jika tidak menemukan kesepakatan, maka sengketa dapat dilanjutkan ke mediasi. Dalam proses ini, mediator membantu kedua pihak menemukan titik temu tanpa harus langsung masuk ke persidangan.
Contoh lain adalah sengketa antara karyawan dan perusahaan terkait hak kerja. Negosiasi sering menjadi langkah awal sebelum melibatkan pihak ketiga atau lembaga hukum.
Tabel Ringkasan Jenis Negosiasi
| Jenis | Karakteristik | Tujuan |
|---|---|---|
| Formal | Terstruktur, ada aturan, sering terkait hukum | Kesepakatan yang sah |
| Non Formal | Santai, fleksibel | Kesepakatan cepat |
| Dominasi | Kompetitif | Keuntungan maksimal |
| Kolaborasi | Kooperatif | Win-win solution |
| Kompromi | Titik tengah | Keseimbangan |
FAQ Seputar Negosiasi
Apa perbedaan negosiasi dan mediasi?
Negosiasi dilakukan langsung oleh para pihak, sedangkan mediasi melibatkan pihak ketiga sebagai mediator yang netral.
Apakah semua sengketa harus melalui negosiasi?
Tidak semua, namun dalam praktik hukum, negosiasi sering menjadi langkah awal sebelum masuk ke proses hukum.
Negosiasi apa yang paling efektif?
Negosiasi kolaborasi dianggap paling efektif karena menghasilkan win-win solution.
Apakah negosiasi memiliki kekuatan hukum?
Ya, jika hasil negosiasi dituangkan dalam perjanjian tertulis yang sah.
Belajar Negosiasi di Sekolah Hukum
Bagi calon praktisi hukum atau orang yang tertarik dengan bidang negosiasi ini, sangat penting untuk belajar bidang keilmuan yang relevan. STIH IBLAM adalah salah satu rekomendasi yang tepat untuk kebutuhan itu.
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM merupakan lembaga profesional yang berfokus untuk menciptakan ahli hukum terbaik. Untuk itu, sekolah kami hanya mempelajari satu bidang keilmuan saja, yaitu jurusan hukum.
Pada IBLAM School of Law, Anda dapat memilih berbagai jurusan hukum yang sesuai dengan impian karier Anda di masa depan. Anda juga dapat memilih program pendidikan S1 ataupun S2 tergantung kebutuhan. Jadi tunggu apalagi, segera mendaftar dan wujudkan mimpi serta cita-cita Anda bersama dengan STIH IBLAM.
Artikel ini terakhir diperbarui dan direview pada: 28 Maret 2026
0 Comments