Tujuan negosiasi merupakan komunikasi adanya dua arah yang penerapannya sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya untuk skala personal, tujuan negosiasi juga sering dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih besar.
Apa Tujuan Negosiasi?
Contohnya untuk menyelesaikan sengketa, memperoleh kesepakatan bisnis, kontrak kerja sama, investasi dan lain sebagainya. Secara spesifik tujuan dari proses perundingan antara lain adalah sebagai berikut.
Memperoleh Kesepakatan Bersama
Tujuan utama dari adanya proses negosiasi adalah untuk memperoleh kesepakatan bersama. Proses perundingan merupakan upaya yang bisa dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan agar bisa saling berdiskusi dan melakukan mufakat.
Berkat proses ini kedua belah pihak bisa saling duduk bersama dan melakukan adu argumen. Tujuannya yaitu untuk menyelaraskan permasalahan yang masih abstrak agar tercapai kesepakatan dari kedua kubu.
Mengurangi Porsi Konflik dan Perbedaan
Proses negosiasi terjadi karena adanya masalah yang bersumber dari kedua belah pihak. Permasalahan ini dapat berupa konflik, sengketa, ataupun berbagai kepentingan yang lainnya.
Dalam hal ini, masing-masing pihak pastinya memiliki pendapat dan pandangan tersendiri. Untuk mengurangi timbulnya konflik sangat penting untuk melakukan perundingan guna menyatukan perbedaan pandangan tersebut.
Mengarah pada Tujuan Praktis
Ketika kedua kubu yang berkepentingan duduk bersama untuk bernegosiasi, kesempatan ini merupakan jalan yang tepat untuk mencari jalan tengah yang menguntungkan kedua belah pihak.
Tujuan utama dari adanya negosiasi adalah untuk mencari win win solution. Dari perbedaan pendapat yang terjadi, kita dapat mencari solusi yang sekiranya bisa membawa keuntungan bagi dua belah pihak.
Menghindari Timbulnya Konflik
Tujuan utama dari adanya proses perundingan juga untuk menghindari timbulnya konflik. Konflik atau masalah sering timbul dan terjadi karena beberapa faktor.
Berkat adanya proses negosiasi ini, diharapkan timbulnya konflik dan perpecahan bisa terhindarkan. Sebab ketika terjadi gesekan kepentingan, duduk bersama dan melakukan perundingan adalah langkah yang tepat untuk meminimalisasinya.
Tujuan Negosiasi untuk Menyelesaikan Masalah dan Sengketa. Begini Tekniknya!
Untuk mendukung keberhasilan dalam bernegosiasi, orang biasanya menggunakan bantuan dari ahli yang kompeten di bidangnya. Ahli hukum seperti pengacara atau advokat menjadi pilihan yang tepat untuk kebutuhan tersebut.
Ahli hukum inilah yang akan berhadapan dengan negosiator dari pihak lawan dan melakukan diskusi dalam prosesnya. Untuk memenangkan kasus dari klien mereka, seorang ahli hukum biasanya menggunakan beberapa teknik khusus selama fase perundingan. Beberapa teknik yang sering menjadi pilihan, yaitu:
Teknik Kooperatif
Jenis teknik berdiskusi yang pertama adalah teknik kooperatif. Seperti namanya, teknik yang satu ini merupakan metode diskusi yang mengedepankan unsur-unsur kebersamaan. Dalam hal ini pihak lawan tidak dianggap sebagai musuh, melainkan sebagai mitra kerja.
Jadi dalam prosesnya diskusi akan berlangsung dengan hangat dan meminimalkan timbulnya perdebatan keras. Meskipun demikian kedua belah pihak bisa tetap melakukan adu argumen hingga memperoleh kesepakatan yang memuaskan bagi keduanya.
Teknik Kompetitif
Jenis yang satu ini merupakan teknik perundingan yang cukup keras. Sebab ketika menggunakan teknik kompetitif kedua belah pihak akan melakukan adu argumen habis-habisan.
Jadi proses perundingan akan berlangsung dengan seru karena tidak ada yang mau mengalah. Terkadang adu argumen juga disertai dengan permintaan yang tinggi dan cenderung kurang mempedulikan kepentingan lawan.
Tipe negosiasi yang satu ini mungkin nantinya akan menimbulkan perdebatan dan suasana yang kurang kondusif. Sebab perundingan akan berlangsung dengan sengit karena masing-masing menganggap pihak lain sebagai lawan.
Semua teknik negosiasi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Jadi Anda dapat berdiskusi dengan pihak lawyer untuk mencari metode mana yang kira-kira paling potensial.
Sebagai negosiator, lawyer yang berperan sebagai pihak ahli akan mencari metode dan pendekatan yang paling tepat serta menguntungkan. Jadi potensi klien untuk memenangkan kasus pun menjadi lebih besar.
Apa Saja yang Perlu Dihindari ketika Bernegosiasi?

Proses negosiasi merupakan metode komunikasi yang sengaja dirancang untuk memudahkan kedua belah pihak yang mengalami sengketa. Tujuannya adalah untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Untuk membuat proses perundingan ini berjalan dengan sukses, Anda membutuhkan teknik dan persiapan khusus guna menghadapi pihak lawan. Apa saja kira-kira yang perlu kita hindari ketika bernegosiasi?
Terlalu Mempertahankan Pendapat
Hal pertama yang perlu kita hindari pada saat melakukan perundingan adalah terlalu mempertahankan pendapat. Berlaku keras pada saat proses negosiasi hanya akan membuat perdebatan berlangsung dengan alot dan minim penyelesaian.
Oleh sebab itu, kedua belah pihak perlu saling terbuka dan lebih fleksibel dalam mengutarakan argumen. Tujuannya yaitu agar perundingan menjadi cepat selesai dan menemukan titik terang.
Melihat Masalah Hanya dari Satu Pihak
Melihat masalah hanya dari satu pihak saja juga berpotensi membuat proses perundingan sulit menemukan solusi. Dalam beberapa kondisi kita perlu melihat sebuah isu dari perspektif berbeda.
Tujuannya adalah untuk membuat kita mampu berpikir secara fleksibel. Hal ini akan berpengaruh besar dalam pemecahan masalah. Jadi tidak hanya menginginkan kemenangan sepihak saja, tetapi juga mencari solusi yang menguntungkan banyak orang.
Terlalu Ingin Memenangkan Perdebatan
Menang dalam perdebatan memang membanggakan. Namun hal itu tidak seharusnya menjadi prioritas utama untuk menyelesaikan sebuah masalah. Sebab selain kemenangan, hal yang paling penting adalah memperoleh kesepakatan bersama.
Kesepakatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan solusi kepada kedua belah pihak. Tetapi juga membuat sengketa berakhir dengan baik tanpa perlu menempuh proses lain, apalagi hingga ke jalur hukum.
Terlalu Terbawa Emosi
Perdebatan mungkin membawa Anda untuk saling beradu argumen dan berpikir keras. Namun sebaiknya Anda tidak perlu gegabah dan terbawa emosi karena hal tersebut.
Sebab sikap emosional bukan solusi yang baik untuk memenangkan sengketa. Sebaliknya, sikap emosional ini bahkan membuat perdebatan sulit mencapai titik terang sehingga sulit menemukan kesepakatan.
Demikian beberapa hal yang perlu Anda hindari selama proses negosiasi. Untuk menghindari suasana yang kurang kondusif selama proses perundingan. Sangat penting bagi Anda untuk mempercayakan seorang ahli hukum sebagai perantara.
Belajar Ilmu Negosiasi
Ahli hukum seperti pengacara atau advokat biasanya akan mewakili klien dan membantu mereka untuk melakukan negosiasi. Berkat jasa profesional, proses perundingan dapat berlangsung dengan kondusif dan tentunya berlandaskan ilmu hukum.
Profesi pengacara ataupun praktisi hukum memang masih menjadi pekerjaan impian sebagian besar masyarakat Indonesia. Apakah Anda adalah salah satunya?
Jika demikian, Anda dapat memanfaatkan kesempatan dengan menimba bidang keilmuan yang relevan dengan hal tersebut. IBLAM School of Law adalah Sekolah Tinggi Ilmu Hukum yang bisa menjadi pilihan.
Kampus kami merupakan lembaga profesional yang hanya berfokus untuk mengkaji satu bidang jurusan saja, yakni jurusan hukum. Bersama dengan tenaga profesional yang kompeten, Anda akan belajar lebih mendalam mengenai ilmu hukum.
IBLAM terbukti telah berhasil menciptakan banyak ahli hukum ternama di Indonesia. Alumni kami telah sukses berkarir di berbagai bidang, mulai dari pengacara, hakim, aparatur negara, pengusaha, diplomat, dan lain sebagainya.
Apakah Anda tertarik untuk bergabung bersama dengan ribuan alumni yang telah berhasil mewujudkan mimpi-mimpi mereka? Jika demikian, daftarkan diri Anda sekarang juga di IBLAM School of Law.
0 Komentar