Manfaat dan Cara Membuat Perjanjian Pranikah

Nov 25, 2023 | Berita | 0 comments

Menikah menjadi hal yang sakral dan perlu menjaganya agar tetap utuh hingga maut memisahkan. Namun masalah bisa saja muncul selama prosesnya. Perjanjian pranikah menjadi salah satu cara untuk memberikan rasa aman bagi pasangan khususnya terkait harta. Bagi yang memiliki pendapatan besar, perjanjian sebelum menikah ini cukup penting.

Manfaat Perjanjian Pranikah

Perjanjian perkawinan merupakan perjanjian atau persetujuan dari calon suami istri sebelum atau saat pernikahan guna mengatur akibat-akibat pernikahan terhadap harta mereka. Selain masalah harta, ada juga yang mengatur tentang hal lain. Ini bisa juga mengatur terkait kekerasan dalam rumah tangga, pekerjaan, atau bahkan melanjutkan pendidikan.

Perjanjian ini umumnya memang mengatur terkait harta kekayaan jika suatu saat pernikahan tersebut berakhir dengan perpisahan. Perpisahan ini bisa karena perceraian ataupun ada salah satu yang meninggal dunia.

Umumnya pembuatan perjanjian pernikahan ini karena beberapa hal berikut.

Jika Ada Salah Satu Pihak yang Memiliki Harta yang Jauh Lebih Besar dari Lainnya

Misalnya istri jauh lebih kaya dari sang suami. Bisa membuat perjanjian bahwa harta setelah berpisah tidak semuanya jatuh ke tangan istri.

Jika Kedua Belah Pihak Sama-sama Memiliki Pemasukan yang Besar

Pasangan suami dan istri bisa saja sama-sama memiliki penghasilan yang besar. Tapi keduanya ingin agar harta masing-masing tidak tercampur. Perjanjian pernikahan bisa mengatur terkait pemisahan harta dan harta bersama pasangan.

Masing-masing Memiliki Usaha Sendiri

Pasangan yang menikah ada yang sama-sama memiliki usaha atau menjadi pebisnis. Adanya perjanjian pernikahan bisa mengatur bahwa jika usaha pailit maka tak tersangkut dengan pasangan. Ini membantu agar usaha masing-masing tak mengganggu yang lainnya. Begitu juga terkait pendapatan usaha dan ketika berpisah. Bisa mengatur agar usaha tersebut tetap menjadi milik masing-masing.

Memiliki Hutang-hutang Sebelum Menikah

Masalah hutang juga dapat termuat dalam perjanjian pernikahan. Jika salah satu atau keduanya memiliki hutang sebelum menikah maka bisa tidak tersangkut dengan yang lain.

Jadi secara umum, adanya persetujuan pranikah ini terkait dengan masalah harta kekayaan. Harta sendiri memang menjadi hal yang cukup penting dalam membangun rumah tangga. Namun harta juga bisa menjadi pokok masalah. Adanya perjanjian sebelum menikah bisa meminimalkan perselisihan di masa yang akan datang.

Jadi manfaat perjanjian pranikah ini antara lain terkait:

  • Mengatur pemisahan harta kekayaan, pemisahan hutang, dan tanggung jawab terhadap anak hasil pernikahan
  • Memberikan jaminan finansial setelah pernikahan dan rasa aman dalam hubungan
  • Menjamin kepentingan usaha masing-masing

Perjanjian perkawinan ini memuat hal-hal yang terkait dengan masa depan sebuah pernikahan. Dalam hukum, Pasal 29 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 mengatur tentang perjanjian perkawinan. Di dalam pasal tersebut sebenarnya tidak menjelaskan terkait batasan perkara dalam perjanjian. Hanya menyebutkan bahwa perjanjian tidak sah jika melanggar batas-batas hukum agama dan kesusilaan.

Jadi perjanjian pernikahan ini bisa terkait dengan banyak hal. Asalkan hal tersebut tidak melanggar hukum agama dan kesusilaan. Ini bisa saja memuat tentang hal lain seperti istri bisa tetap melanjutkan pendidikan, dan juga terkait dengan anak.

Perjanjian ini juga bisa mengatur terkait hak asuh anak jika nantinya terjadi perceraian. Sesuai dengan undang-undang, saat suami berselingkuh, hak asuh anak yang usianya di bawah 12 tahun akan jatuh ke istri. Sedangkan jika istri berselingkuh tapi tidak ada perjanjian pra nikah maka suami tidak bisa berbuat apapun.

Cara Membuat dan Isi Perjanjian Pranikah

Cara Membuat dan Isi Perjanjian Pranikah

Membuat perjanjian perkawinan ini perlu menggunakan bantuan dari notaris. Jadi tidak bisa membuatnya sendiri. Harus ada akta otentik yang pembuatannya di depan notaris.

Saat akan membuat perjanjian perkawinan maka ada beberapa pertimbangan. Ini bisa menjadi dasar perjanjian yang adil bagi kedua belah pihak.

Keterbukaan

Perlu adanya keterbukaan terkait dengan detail kondisi keuangan baik sebelum maupun setelah pernikahan. Jadi kedua belah pihak perlu jujur atau terbuka mengenai harta yang ada sebelumnya serta penambahannya setelah menikah.

Keterbukaan juga terkait dengan masalah hutang. Dalam perjanjian bisa menentukan siapa yang akan bertanggung jawab untuk pelunasannya. Adanya keterbukaan dalam perjanjian ini bisa memperjelas terkait penerimaan dan pengorbanan dari masing-masing pihak.

Kerelaan

Perjanjian pernikahan juga harus memiliki unsur kerelaan. Saat membuat dan menandatanganinya kedua belah pihak harus rela atau tanpa paksaan. Jika pembuatannya karena paksaan atau tekanan maka perjanjian dapat terancam batal.

Pejabat yang Obyektif

Saat membuat perjanjian maka perlu memilih pejabat notaris yang obyektif. Pejabat juga harus memiliki reputasi yang baik. Ini agar hasil perjanjian bisa memberikan keadilan bagi kedua belah pihak.

Notariil

Pembuatan perjanjian ini sebaiknya tidak di bawah tangan namun di hadapan notaris untuk pengesahannya. Setelah itu harus mencatatkan pada lembaga pencatatan perkawinan. Ketika pernikahan berlangsung, pegawai KUA atau Kantor Catatan Sipil juga akan mengesahkan perjanjian perkawinan tersebut.

Jadi pembuatan perjanjian ini perlu kesepakatan dan keterbukaan antara calon suami dan istri. Notaris bisa membantu dalam pembuatan dokumennya. Isi perjanjian pranikah sendiri antara lain.

Harta Benda

Harta benda bisa berupa pemisahan atau penggabungan harta suami dan istri. Perjanjian bisa berisi pembagian harta sebelum dan setelah pernikahan ketika terjadi perceraian.

Peran, Hak, dan Kewajiban

Di dalam perjanjian ini bisa memuat tentang peran, hak, dan kewajiban masing-masing dalam rumah tangga. Ini bisa terkait dengan kewajiban dan hak pengelolaan uang, mengurus rumah tangga, dan merawat anak.

Hak Asuh Anak

Perjanjian pernikahan juga bisa memuat tentang hak asuh anak saat terjadi perceraian. Adanya perjanjian bisa menentukan hak asuh bersama atau tunggal. Ini juga terkait kewajiban finansial terkait anak-anak.

Pengaturan Penghasilan

Di dalam perjanjian ini bisa memuat pengaturan penghasilan. Ini bisa menentukan pembagian penghasilan, pengelolaan keuangan, serta kewajiban finansial masing-masing pihak.

Pemisahan Utang

Jika ada pihak yang sebelumnya memiliki hutang maka bisa juga mengaturnya dalam perjanjian. Ini terkait bagaimana pelunasan kewajiban hutang tersebut. Misalnya hutang akan menjadi kewajiban individu bukan bersama.

Perjanjian pranikah memiliki banyak manfaat bagi pasangan yang menikah. Ini cukup penting khususnya bagi pasangan yang memang memiliki banyak harta kekayaan. Ada banyak manfaat jika perjanjian terjadi secara terbuka dan sukarela.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *