Kenali Apa Itu Penistaan Agama dan Contoh Kasusnya

Nov 29, 2023 | Berita | 0 comments

Beberapa waktu ini warga Indonesia mungkin sering mendengar istilah mengenai penistaan agama. Meskipun sering mendengarnya, mungkin banyak orang yang belum memahami spesifik mengenai konteks tersebut.

Kenali Apa Itu Penistaan Agama

Secara umum, penistaan agama terdiri dari dua frasa yaitu penistaan dan agama. Penistaan merupakan aktivitas atau sikap yang menjurus kepada tindakan menghina, mencela atau bahkan merendahkan. Sedangkan agama adalah sebuah bentuk kepercayaan yang berorientasi tentang hubungan antara seorang hamba dengan Tuhan (ataupun sejenisnya).

Jadi secara umum, penistaan agama adalah tindakan penghinaan atau perilaku merendahkan terhadap kepercayaan dari seseorang ataupun golongan.

Penghinaan ini dapat berupa tindakan, ucapan ataupun yang lainnya terhadap sebuah kepercayaan, simbol-simbol, kitab suci ataupun ornamen keagaamaan yang lainnya, baik dengan sengaja ataupun tidak.

Pada negara Indonesia ini sendiri, kita bisa menemukan banyak sekali perbedaan di tengah masyarakat. Perbedaan itu terbentuk dari beberapa aspek, baik yang berkaitan dengan suku, ras, adat istiadat ataupun budaya.

Jadi sebagai warga negara yang baik sudah selayaknya menjaga tenggang rasa antar sesama. Yaitu dengan menghindari ucapan ataupun tindakan yang berpotensi memprovokasi ataupun menyakiti pihak lain. Terutama jika itu sudah berkaitan dengan agama atau kepercayaan orang lain.

Penistaan agama merupakan tindakan yang tidak terpuji. Indonesia juga melarang keras perilaku tersebut dan akan memberikan sanksi kepada pelakunya. Pasal yang tercantum merupakan upaya pemberitahuan dari pemerintah bahwa akan ada sanksi yang tegas apabila warga melakukan tindakan penistaan terhadap agama ataupun kepercayaan orang lain.

Penistaan Agama dan Contohnya

contoh kasus penistaan agama di indonesia Ahok

Di Indonesia sendiri, kita cukup sering menemukan adanya kasus terkait penistaan agama. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut :

Penistaan Agama oleh Gubernur Jakarta pada Tahun 2016

Pada tahun 2016 warga Indonesia geger oleh adanya kasus penistaan agama yang pelakunya adalah Gubernur Jakarta yang menjabat kala itu. Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dengan sapaan Ahok merupakan orang yang terseret dalam kasus ini.

Pada saat itu Ahok yang sedang berkampanye di Kepulauan Seribu tervonis menistakan agama islam dalam pidatonya. Hal itu memicu kemarahan massa yang menuntut petugas hukum untuk menjatuhkan sanksi terhadap Gubernur Jakarta tersebut.

Akhirnya, kasus Ahok mencapai titik puncak yaitu dengan jatuhnya hukuman penjara sebagai sanksi. Mantan Gubernur Jakarta tersebut tervonis hukuman penjara selama 2 tahun akibat kasus penistaan agama ini.

Penistaan Agama Oleh Sukmawati Soekarnoputri pada Tahun 2019

Tidak hanya Ahok yang pernah tersandung kasus penghinaan terhadap agama. Pada tahun 2019, Sukmawati Soekarnoputri juga sempat tersandung kasus serupa.

Pada saat itu, masyarakat beranggapan Sukmawati merendahkan agama islam sebab membandingkan ayahnya yakni Soekarno dengan nabi Muhammad.

Berkat insiden tersebut, berita mengenai Sukmawati juga sempat menghebohkan publik. Ia juga harus berurusan dengan hukum sebab seorang advokat bernama Ratih Puspa Nusanti melaporkannya ke Polda Metro Jaya.

Penistaan Agama oleh Rizieq Shihab pada Tahun 2020

Selanjutnya pada tahun 2020 juga terdapat kasus yang menggemparkan publik terkait penodaan agama. Pada saat itu, nama Habib Rizieq Shihab yang merupakan ketua Front Pembela Islam (FPI) terseret dalam kasus hukum.

Pada saat itu, Rizieq Shihab harus melalui sejumlah pemeriksaan dari kepolisian. Ketua FPI tersebut konon melakukan kesalahan yang menjurus kepada penodaan terhadap Pancasila dan juga Bhineka Tunggal Ika dalam ceramahnya pada pernikahan putrinya.

Penistaan Agama oleh Permadi Arya pada 2021

Permadi Arya atau yang juga terkenal dengan nama panggung Abu Janda adalah salah satu tokoh yang terseret dalam kasus penodaan agama. Permadi Arya merupakan seorang penggiat sosial media yang memiliki banyak followers.

Pada akun media sosialnya, Permadi Arya kerap membagikan konten-konten kontroversial. Pada tahun 2021, nama Permadi Arya dilaporkan kepada Bareskrim terkait cuitannya pada laman media sosial yang dianggap menghina agama islam.

Penistaan Agama oleh Ade Armando

Contoh lain kasus penistaan agama juga menyeret nama Ade Armando. Ade Armando merupakan seorang dosen Fisip UI yang terseret dalam kasus hukum akibat cuitannya di media sosial Tweeter pada tahun 2015.

Pada cuitan tersebut, publik menganggap Ade Armando melakukan penistaan kepada kitab suci umat islam. Berkat tindakannya itu, seseorang bernama Johan Khan melaporkannya kepada Humas Polda Metro Jaya dengan tuduhan penistaan agama sekaligus terjerat Undang-Undang ITE.

Penistaan Agama oleh Roy Suryo pada 2022

Roy Suryo merupakan orang yang tercatat sebagai Menpora pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mantan Menpora itu juga sempat menghebohkan publik karena terseret kasus penistaan terhadap agama Budha.

Pada saat itu Roy Suryo mengunggah meme stupa Candi Borobudur dan menyebutnya mirip dengan wajah Joko Widodo. Hal itu memicu reaksi kemarahan dari masyarakat serta umat Budha.

Perwakilan umat Budha bahkan melaporkan unggahan Roy Suryo tersebut kepada Bareskrim Polri. Mereka menuntut mantan Menpora itu dengan pasal penistaan agama sekaligus Undang-Undang ITE.

Penistaan Agama oleh Fikri Murtadha pada 2023

Selain beberapa contoh tersebut, terbaru juga kembali viral kasus yang berkaitan dengan penghinaan terhadap agama. Seorang TikToker bernama Fikri Murtadha yang berasal dari Deli Serdang, Sumatera Utara merupakan konten kreator yang sering membuat konten komedi.

Beberapa waktu ini namanya terseret kasus hukum sebab netizen menganggapnya melakukan penistaan terhadap agama Kristen ketika sedang live di sosial media milikinya.

Pada saat itu, Fikri mengungkap pernyataan yang menyinggung kepercayaan umat Kristen Protestan dan juga Katolik. Warganet mengecam tindakannya itu dan melaporkan TikToker tersebut.

Selanjutnya Fikri Murtadha pun harus menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan. Serta terancam dengan tuntutan Undang-Undang ITE sekaligus penistaan agama.

Masalah ras, budaya, serta agama adalah isu yang sangat sensitif. Oleh sebab itu sebagai sesama warga negara kita sudah selayaknya menghormati orang lain terkait kepercayaan dan agama yang mereka anut.

Melek Penistaan Agama dengan Belajar Hukum

Kasus penistaan agama menjadi salah satu contoh bahwa ucapan dan tindakan yang orang lakukan baik dalam kehidupan nyata ataupun sosial media dapat berdampak fatal. Serta dapat membuat mereka berurusan dengan hukum dan polisi.

Apakah Anda merupakan orang yang tertarik untuk mempelajari ilmu hukum? Jika demikian, STIH IBLAM adalah lembaga yang tepat untuk kebutuhan tersebut.

STIH IBLAM merupakan Sekolah Hukum yang masih dalam naungan dari yayasan LPIH IBLAM. Sekolah Hukum kami menawarkan 2 program pendidikan yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, yaitu program Sarjana Hukum dan Magister Hukum terakreditasi.

Sebagai Sekolah Tinggi ternama, IBLAM merupakan lembaga pendidikan yang telah banyak menghasilkan ahli hukum di Indonesia.

Komitmen kami adalah menciptakan ahli hukum berkualitas yang berfokus pada integritas, unggul di bidang hukum dan memiliki SDM tinggi sehingga siap bersaing di era industri 4.0.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *