Pengertian APBN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

Dec 3, 2023 | Berita | 0 comments

APBN adalah kepanjangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seperti namanya, APBN ini merupakan anggaran yang secara khusus disediakan oleh negara sebagai dana untuk belanja tahunan.

Mengenal Pengertian APBN adalah Anggaran yang Penting

Sebagai anggaran belanja negara, APBN akan mengalami fase perancangan terlebih dahulu sebelum masa penetapannya. Selain itu, pengeluaran terkait APBN juga harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari DPR sebelum sah.

Dasar hukum terkait anggaran belanja negara bisa kita temukan pada Undang-Undang No 17 tahun 2003. Dalam Undang-Undang tersebut tercantum beberapa poin penting, antara lain:

  • Pada pasal 1 ayat 7 ialah bahwa APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintah negara yang disetujui oleh DPR.
  • Pada pasal 3 ayat 4 bahwa APBN mempunyai fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi dan stabilisasi.
  • Pada pasal 4 bahwa APBN adalah anggaran belanja meliputi masa satu tahun mulai dari tanggal 1 Januari hingga 31 Desember.
  • Pada pasal 11 ayat 1 bahwa APBN akan ditetapkan setiap tahun dengan undang-undang.
  • Selanjutnya pada pasal 11 ayat 2 juga tercantum bahwa APBN terdiri atas anggaran pendapatan, anggaran belanja, dan pembiayaan.

Dari beberapa poin di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa APBN adalah anggaran yang tersusun berdasarkan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan selama satu tahun penuh untuk sebuah negara.

Anggaran ini merupakan dana yang pemerintah ambil dari pendapatan negara yang berasal dari berbagai sumber. Seperti pajak, hibah dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Anggaran tersebut kemudian akan dibelanjakan serta menggunakannya untuk membiayai berbagai kepentingan yang berkaitan dengan rakyat sebagai tujuan dari bernegara.

Penyusunan APBN dalam setiap tahunnya berbeda-beda. Hal ini akan merujuk dari berbagai faktor, salah satunya yaitu dinamika politik serta kondisi perekonomian domestik ataupun global.

Secara umum, penyusunan APBN dengan tujuan untuk memenuhi beberapa fungsi spesifik. Beberapa fungsi APBN adalah sebagai berikut.

Fungsi Otorisasi

Fungsi APBN yang pertama adalah fungsi otorisasi. Secara umum, APBN merupakan anggaran yang fungsinya untuk membantu pemerintah dalam merencanakan kegiatan yang akan mereka lakukan selama satu tahun ke depan.

APBN juga merupakan anggaran negara yang berasal dari pendapatan yang bersumber dari rakyat. Lalu kemudian pemerintah akan mengubahnya menjadi pengeluaran yang juga bertujuan untuk menyejahterakan kehidupan rakyat.

Fungsi Pengawasan

Adapun untuk fungsi APBN selanjutnya yaitu sebagai bentuk pengawasan. Bahkan untuk fungsi pengawasan berfokus untuk memberikan penilaian terhadap kebijakan-kebijakan yang pemerintah keluarkan.

Berdasarkan pembelanjaan negara, rakyat dapat menilai apakah sebuah aturan atau regulasi yang pemerintah buat sudah tepat sasaran ataukah belum.

Selain itu, seberapa efektif pengeluaran anggaran belanja negara dapat menjadi cermin bagaimana implementasi APBN di lapangan. Point tersebut juga dapat menjadi sarana evaluasi serta menjadi acuan dalam menetapkan rancangan anggaran belanja untuk satu tahun kedepan.

Fungsi Alokasi

Fungsi selanjutnya dari APBN adalah sebagai bentuk alokasi. Anggaran negara ini merupakan media yang harusnya pemerintah gunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Anggaran ini juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari perekonomian suatu negara. Keberhasilan penetapan APBN tergantung bagaimana efektivitas alokasi dari anggaran tersebut.

Untuk meningkatkan kualitas perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka pemerintah dapat berfokus untuk mengalokasikan anggaran tersebut untuk hal-hal krusial seperti memperbanyak produksi, mengurangi angka pengangguran, mencegah pemborosan sumber daya, mengurangi angka kemiskinan dan lain-lain.

Fungsi Stabilisasi

APBN merupakan anggaran belanja tahunan yang memiliki fungsi khusus yaitu untuk menjaga stabilitas negara. Anggaran ini sebelumnya telah melalui fase perencanaannya yang panjang dan penuh pertimbangan.

Meskipun akan diterapkan untuk satu tahun berikutnya, namun rancangan anggaran akan direncanakan pada tahun sebelumnya. Menteri keuangan akan mengatur rancangan anggaran belanja negara untuk satu tahun ke depan.

Tujuannya yaitu agar fungsi perencanaan dari anggaran belanja ini menjadi lebih tepat sasaran. Serta bisa membantu untuk menjaga stabilitas fundamental perekonomian negara.

Fungsi Distribusi

APBN adalah anggaran belanja negara yang pengunaannya akan berfokus untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh sebab itu, anggaran tersebut akan pemerintah distribusikan secara menyeluruh kepada semua lapisan masyarakat.

Tujuannya yaitu untuk memberikan keadilan bagi seluruh rakyat yang menjadi bagian dari negara tersebut. Sebab sebuah kebijakan memang haruslah berlandaskan kepada tujuan keadilan dan kepatutan.

Untuk menyukseskan hal itu, kita dapat melihat dari bagaimana efektivitas pendistribusian anggaran yang dilakukan oleh pemerintah. Apabila pendistribusiannya berlangsung dengan benar dan tepat sasaran maka fungsi APBN telah tersalurkan dengan baik.

Fungsi Perencanaan

Pada sebuah negara, APBN atau anggaran belanja tahunan akan direncanakan dengan seksama dari jauh-jauh hari. Sebelum APBN mengalami pengesahan, terlebih dahulu pemerintah akan menyusun RAPBN (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

RAPBN ini tersusun oleh Menteri Keuangan serta berisi mengenai rencana belanja tahunan bagi negara untuk tahun ke depan. Rancangan tersebut kemudian akan kembali mengalami peninjauan sebelum sukses sah sebagai APBN.

Jadi rancangan tersebut akan kembali melalui fase peninjauan, perubahan, ataupun penggantian struktur sesuai kebutuhan. Setelah selesai melalui fase peninjauan, kemudian RAPBN tersebut akan disahkan oleh DPR.

Pengesahan APBN akan dilakukan oleh DPR sebelum aturan tersebut terlaksana. Jadi setidaknya dalam waktu kurang dari 2 bulan anggaran belanja ini harus sudah mendapatkan persetujuan dari DPR serta siap untuk dijalankan.

Mempelajari APBN

mempelajari APBN anggaran pendapatan dan belanja negara

Setelah melihat penjelasan mengenai apa itu APBN dan fungsinya. Mungkin Anda sudah mengetahui seberapa penting perencanaan APBN dalam sebuah negara, serta bagaimana dampaknya bagi masyarakat.

APBN adalah salah satu media yang membantu pemerintahan untuk menciptakan efisiensi dan keadilan, memenuhi prioritas belanja, serta mencapai tujuan fiskal yang berguna untuk mengatasi inflasi dan berorientasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Apakah Anda tertarik untuk mempelajari mengenai APBN dan hal-hal yang berkaitan dengan peraturan pemerintah? Jika demikian, sangat tepat untuk mengambil jurusan pendidikan yang mendukung, contohnya seperti Jurusan Hukum.

Jika ingin mempelajari ilmu hukum, Anda bisa mengambil jurusan Departemen Hukum Tata Negara. Ketika mengambil jurusan tersebut, Anda akan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan Hukum Tata Negara, salah satunya yaitu perihal APBN.

Lulusan Departemen Hukum Tata Negara juga memiliki potensi karir yang sangat luas, mulai dari menjadi Advokat, Konsultan Hukum, Tenaga Ahli, Anggota Legislatif, hingga berkarir di pemerintahan.

Untuk mendukung minat dan cita-cita Anda, IBLAM Jakarta adalah pilihan yang tepat untuk kebutuhan tersebut. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum ini merupakan lembaga yang telah sukses mencetak banyak ahli hukum ternama di Indonesia.

Tidak hanya menyediakan tenaga pengajar yang berpengalaman, kuliah di STIH IBLAM juga akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memetakan potensi karir mereka.

Salah satunya yaitu dengan memilih konsentrasi pembelajaran yang tepat, misalnya Departemen Hukum Tata Negara. Jadi tunggu apalagi, daftarkan diri Anda ke STIH IBLAM sekarang juga dan wujudkan impian Anda bersama kami.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *