Wajib Ada, Ini Fungsi dan Tugas Satgas PPKS di Setiap Kampus

Jun 27, 2024 | Berita | 0 comments

Anda pasti sudah kerap mendengar atau membaca berita kekerasan seksual di kampus. Satgas PPKS atau Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual punya andil besar untuk mengantisipasi maraknya fenomena tersebut. Harapannya korban kekerasan seksual berani untuk buka suara dan melaporkan peristiwa yang dialaminya.

Selama ini banyak korban kekerasan seksual di kampus memilih diam dan tidak melaporkan kejadian tersebut. karena takut dan malu. Apalagi jika pelaku kekerasan memiliki kekuasaan di kampus, korban semakin tidak berani untuk melaporkannya.

Padahal jika dibiarkan akan semakin banyak korban. Selain itu bisa menyebabkan trauma jangka panjang pada korban. Kekerasan seksual bisa dilakukan oleh siapa saja baik dosen atau mahasiswa.

Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

Anda pasti sering mendengar berita kekerasan seksual di lingkungan kampus. Misal berita oknum pengajar yang tidak boleh mengajar atau mahasiswa yang terkena skorsing karena dugaan melakukan kekerasan seksual di kampus.

Namun masih banyak korban kekerasan yang tidak mau melaporkan kejadian tersebut. Bahkan ada juga yang tidak memahami apa itu kekerasan seksual. Pelaku atau korban sama-sama tidak memahami, sehingga menganggapnya ‘biasa saja’.

Setiap mahasiswa harus memahami apa itu kekerasan seksual. Supaya terhindar dari kejadian tersebut dan menghindari perilaku yang mendekatinya. Lingkungan kampus pun lebih aman dan nyaman jika tidak terdapat peristiwa yang meresahkan seperti kekerasan. Satgas PPKS harus ada di setiap kampus untuk menangani kasus tersebut.

Kekerasan seksual adalah perilaku melecehkan, mengejek, merendahkan, menyerang, area atau fungsi alat vital seseorang. Perilaku ini biasanya terjadi karena adanya relasi kekuasaan pelaku ke korban. Akibatnya gangguan psikologis atau fisik korban, termasuk terganggunya kesehatan reproduksi atau akibat fatal lainnya. Dampak lain korban kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan dengan aman, nyaman, dan maksimal.

Bahkan sekarang ini ucapan verbal pun bisa menjurus ke perilaku kekerasan seksual. Ucapan atau sentuhan yang menjurus ke organ penting seseorang yang bisa termasuk upaya menuju kekerasan seksual. Banyak orang tidak memahami dan menyadari perilaku ini sehingga mereka menganggapnya hanya keisengan atau tindakan yang lumrah.

Apa Saja yang Termasuk Kekerasan Seksual?

  • Mengucapkan kata-kata diskriminatif atau melecehkan fisik keadaan tubuh karena jenis kelamin korban.
  • Mempertontonkan secara sengaja alat kelaminnya tanpa persetujuan dari korban.
  • Mengucapkan kata-kata yang melecehkan atau berbau seksual pada korban kendati itu hanya siulan atau guyonan saja.
  • Melihat korban dengan pandangan yang berbeda, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman pada korban.
  • Mengirim pesan baik teks ataupun gambar yang berbau seksual kepada korban.
  • Mengambil gambar, merekam video atau audio, dan mengedarkan tampilan seksual korban tanpa persetujuan.
  • Merayu, menjanjikan imbalan, dan mengancam korban untuk melakukan aktivitas seksual tanpa persetujuan atau keinginan korban.
  • Memegang, meraba, mengusap, memeluk, mencium, atau dengan sengaja menyentuhkan bagian tubuh pelaku pada korban tanpa persetujuan korban.

Poin di atas adalah contoh perilaku kekerasan seksual yang bisa saja terjadi di kampus. Sebagai mahasiswa Anda harus tahu dan menghindari perilaku tersebut. Lantaran banyak yang belum memahami dan mengerti potensi kekerasan seksual, maka setiap kampus wajib membentuk Satgas PPKS.

Tugas Satgas PPKS di Lingkungan Kampus

Tugas Satgas PPKS di Lingkungan Kampus

Kekerasan seksual bisa terjadi di mana saja. Termasuk di lingkungan kampus. Sosialisasi tentang kekerasan seksual gencar dilakukan untuk meminimalisir kejadian tersebut. Selain itu agar korban berani melapor agar memberikan efek jera ke pelaku dan tidak semakin banyak korban.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengeluarkan aturan Permendikbudristek No 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Salah satu mandatnya adalah setiap kampus membentuk Satgas PPKS.

Menteri Nadiem Makarim menyebut adanya satgas tersebut adalah sebagai garda depan untuk mewujudkan lingkungan kampus bebas dari kekerasan. Anggota satgas terdiri dari orang-orang terpilih yang memiliki integritas dan bertanggung jawab. Pasalnya pekerjaan yang bakal menjalaninya tidak mudah karena terkait menangani kasus yang berpihak pada korban.

Selain itu, pihak kampus juga harus mencegah agar perilaku kekerasan seksual tidak terjadi, agar setiap mahasiswa bisa belajar dengan aman dan nyaman tanpa takut gangguan atau ancaman seksual. Adanya satgas, harapannya korban berani melaporkan peristiwa yang dialaminya. Lebih detail berikut tugas dan fungsi satgas PPKS di lingkungan kampus:

Mencegah Kekerasan Seksual

Salah satu tugas dari satgas PPKS adalah mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan kampus. Caranya melalui sosialisasi, pelatihan, dan kampanye untuk menciptakan budaya dan menambah kesadaran semua insan kampus untuk tidak memaklumi kekerasan seksual.

Menangani Kasus

Kekerasan seksual kerap terjadi di lingkungan kampus. Siapa saja yang menjadi korban harus berani melapor ke satgas. Kemudian satgas merespons dengan memberikan dukungan dan perlindungan kepada korban.

Tidak hanya itu, juga memastikan pengusutan kasus tersebut sampai tuntas secara adil dan ada penyelesaian. Pasalnya kasus kekerasan seksual seringkali tidak ada penyelesaian yang pasti. Satgas juga bisa bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan lembaga terkait lainnya.

Memberi Dukungan

Bukan sekadar mengusut kasus dan memberikan perlindungan, satgas PPKS juga bertugas untuk memfasilitasi konsultasi psikologi atau konseling untuk korban kekerasan seksual. Selain itu juga membantu korban untuk mendapatkan akses layanan kesehatan dan bantuan hukum.

Mengusut dan Memantau

Satgas wajib menerima laporan dari korban kekerasan seksual kemudian mencari data dan menganalisisnya. Selain itu juga berupaya untuk mencari tahu perilaku tersebut melalui saksi, korban, atau orang-orang yang dekat dengan pelaku.

Setelah mengusut dan menyerahkan ke pihak berwajib, Satgas masih harus memantau agar kasus berjalan sesuai koridor dan tidak berhenti. Data kekerasan seksual yang pernah terjadi bisa juga untuk dijadikan bahan penelitian terkait pola kekerasan seksual. Sehingga bisa menyusun strategi untuk mencegahnya.

Siapa saja yang bisa menjadi Satgas PPKS? mulai dari mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik bisa menjadi satgas. Gabungan tiga unsur tersebut justru memperkuat satgas dan lebih leluasa untuk bergerak. Ada proses seleksi berkas dan wawancara. Tentu setiap kampus akan memilih individu yang berintegritas dan bertanggung jawab untuk menjadi satgas PPKS.

Satgas PPKS di IBLAM School of Law

Di IBLAM, telah secara resmi dibentuk Satgas PPKS pada 1 November 2023. Pembentukan satgas ini diresmikan melalui Surat Keputusan Ketua STIH IBLAM Nomor: 123/SK.KET.STIH/IBLAM/XI/2023. Inisiatif ini menunjukkan komitmen IBLAM dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi seluruh komunitasnya.

Rapat Satgas PPKS IBLAM 6 Februari 2024

 

View this post on Instagram

 

A post shared by IBLAM School of Law (@iblamsl)

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *