Jakarta, 4 Juli 2025 — Elaborium Elevasi Indonesia bersama Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH IBLAM) sukses menyelenggarakan Pelatihan Paralegal Tingkat Dasar Batch IV Tahun 2025, sebuah program penguatan kapasitas hukum masyarakat yang berlangsung selama tiga hari penuh secara daring, sejak Rabu hingga Jumat, 2–4 Juli 2025.
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, yang terdiri dari aktivis komunitas, pendamping masyarakat, mahasiswa hukum, serta individu yang memiliki komitmen tinggi terhadap pemberdayaan hukum di tingkat akar rumput.
Contents
Hari Pertama: Fondasi Keparalegalan dan Demokrasi
Kegiatan resmi dibuka pada Rabu (2/7) pukul 08.00 WIB dengan prosesi pembukaan yang khidmat, termasuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IBLAM. Sambutan pembuka disampaikan oleh Ketua STIH IBLAM Prof. Angkasa, S.H., M.Hum., dilanjutkan sambutan dari perwakilan Kepala BPHN Masan Nurpian, S.H., M.H., CPM. dan sambutan dari Perwakilan Kepala Kanwil Kemenkum Jawa Barat Budi Santoso, S.H., M.H.
Setelah pembukaan, sesi pelatihan dimulai dengan Materi 1 bertajuk Keparalegalan dan Pengarahan Praktik Aktualisasi Peran Paralegal yang disampaikan oleh tim dari BPHN, yaitu Edi, S.H., CPM., dan R.S. Habibi, S.H., M.H., CPM. Materi ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang posisi strategis paralegal dalam memperluas akses keadilan di tengah masyarakat.
Usai istirahat, pelatihan dilanjutkan dengan Materi 2: Teknik Komunikasi Bagi Paralegal, yang disampaikan oleh Febri Putra Pratama, S.H., M.H. dari Kanwil Kemenkumham Jawa Barat. Materi ini memperkuat kemampuan komunikasi hukum peserta dalam menghadapi berbagai situasi lapangan.
Sebagai penutup hari pertama, peserta mendapatkan Materi 3 mengenai Pengantar Hukum dan Demokrasi dari Ananda Meci Hadyanti, S.H., M.Han., yang menekankan pentingnya kesadaran hukum dalam sistem demokrasi dan peran paralegal dalam memperjuangkan hak-hak sipil masyarakat.
Hari Kedua: Advokasi, HAM, dan Isu Kelompok Rentan
Hari kedua pelatihan, Kamis (3/7), dibuka dengan Materi 4: Bantuan Hukum dan Advokasi oleh Bintang Wicaksono Ajie, S.H., M.H., yang mengupas tuntas bagaimana seorang paralegal dapat memberikan bantuan hukum secara etis dan efektif kepada masyarakat tidak mampu.
Salah satu sesi yang paling berkesan pada hari kedua adalah Materi 5: Gender, Minoritas dan Kelompok Rentan, yang dipandu oleh Dr. Radian Syam, S.H., M.H.. Dalam sesi ini, peserta diajak menggali realitas ketidakadilan yang kerap dialami oleh kelompok rentan seperti perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan komunitas minoritas. Dr. Radian Syam, S.H., M.H. juga memberikan studi kasus dan simulasi sederhana agar peserta dapat mengaktualisasikan peran mereka secara nyata di masyarakat.
Setelah ISHOMA, pelatihan berlanjut dengan Materi 6 bertema Hak Asasi Manusia (HAM), kembali disampaikan oleh Bintang Wicaksono Ajie, S.H., M.H. Peserta didorong untuk memahami prinsip-prinsip HAM dan relevansinya dalam praktik advokasi paralegal.
Hari Ketiga: Penguatan Keterampilan Teknis dan Evaluasi
Jumat (4/7) menjadi hari terakhir pelatihan, yang dibuka dengan Materi 7 tentang Struktur Masyarakat oleh Bintang Wicaksono Ajie. Materi ini penting untuk memahami latar belakang sosial masyarakat dalam melakukan pendekatan hukum yang tepat.
Dilanjutkan dengan Materi 8: Sistem Peradilan di Indonesia oleh Ananda Meci Hadyanti, yang menjelaskan peta struktur peradilan serta proses hukum dari awal hingga putusan. Sesi ini menjadi bekal penting agar para paralegal mampu mengarahkan masyarakat yang menghadapi persoalan hukum secara prosedural.
Setelah waktu istirahat, peserta mengikuti Materi 9 tentang Teknik Penyusunan Dokumen Laporan, Pengaduan, dan Kronologis. Materi ini memberikan keterampilan praktis untuk menyusun laporan atau surat pengaduan hukum yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pelatihan ditutup dengan sesi Post-Test selama 45 menit, yang menjadi tolok ukur pemahaman peserta terhadap keseluruhan materi. Pada akhir sesi, sambutan penutup disampaikan oleh Direktur Harian LKBH IBLAM, Bintang Wicaksono Ajie, S.H. M.H., dan Direktur PT Elaborium Elevasi Indonesia, Hamzah Robbani, S.E.I., M.M., M.H.
Mencetak Paralegal yang Peduli dan Siap Terjun ke Masyarakat
Kegiatan ini merupakan bukti komitmen Elena dan Iblam dalam mendukung gerakan keadilan berbasis masyarakat. Dengan bekal yang diperoleh, para peserta diharapkan dapat menjalankan peran sebagai paralegal akar rumput—pendamping hukum non-advokat yang mampu menjembatani kebutuhan hukum masyarakat, terutama mereka yang selama ini termarjinalkan dalam sistem hukum formal.
Melalui pelatihan ini, Elena dan Iblam turut mendorong tumbuhnya budaya hukum yang lebih adil, inklusif, dan memberdayakan di Indonesia.
View this post on Instagram
0 Comments