Bangkok, 9 September 2025 – IBLAM School of Law berpartisipasi dalam Annual Meeting International Association of Law Schools (IALS) 2025 yang digelar di Fakultas Hukum Chulalongkorn University, Bangkok, pada 8–9 September 2025.
Kegiatan IALS 2025 terdiri lebih dari 100 delegasi dari 75 universitas hukum di 35 negara dalam forum internasional ini untuk membahas arah pendidikan hukum abad ke-21. Selaku Chancellor IBLAM School of Law, Dr. Rahmat Dwi Putranto, S.H., M.H., menjadi salah satu pembicara kunci dalam sesi “The Future of Legal Education – Innovations in Curriculum, Pedagogy, and Technology.”
Kehadiran IBLAM School of Law membawa representasi Indonesia di panggung global dengan pesan kuat dalam membangun generasi hukum yang tangguh, berdaya saing, dan berintegritas.
Dari Krisis ke Pembaruan
Dalam presentasinya berjudul “Minds and Morals as the Future Legal Education”, Pak Rahmat mengkritisi sistem pendidikan hukum yang masih “culturally corrupted, politically infected, dan substantially problematic.” Ia menilai sistem lama telah menyebabkan stagnasi dan perlu pembaruan.
Melalui kegiatan ini, IBLAM menawarkan paradigma baru:
- Standarisasi pendidikan hukum nasional yang terintegrasi.
- Pemanfaatan teknologi dan AI sebagai alat bantu, tanpa menggeser peran dosen sebagai pembimbing nilai dan moral.
- Kewajiban pengabdian masyarakat agar ilmu hukum memberi manfaat nyata di luar ruang kuliah.

Kearifan Lokal sebagai Pondasi
IBLAM menekankan bahwa pendidikan hukum harus berlandaskan moralitas dan budaya lokal. Falsafah Jawa menjadi pijakan:
“Suro Diro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti” – bahwa konflik dan tipu daya hanya bisa dikalahkan dengan kebijaksanaan dan kesabaran.
“Ojo Ketungkul Marang Kalungguhane, Kadonyan lan Kemareman” – generasi hukum sejati tidak boleh diperbudak jabatan, harta, atau kepuasan duniawi.

Misi Global IBLAM
Keterlibatan IBLAM di IALS 2025 menegaskan kesiapan Indonesia ikut menentukan arah pendidikan hukum dunia. Dengan semangat “Minds and Morals”, IBLAM percaya hukum bukan sekadar kumpulan aturan, melainkan sarana membangun peradaban yang adil melalui pribadi-pribadi berintegritas.
“Kami tidak hanya mencetak lulusan hukum, tapi menyiapkan pejuang hukum masa depan – pemimpin yang jernih berpikir, bermoral kuat, dan teguh memperjuangkan keadilan,” tegas Rahmat dalam pidatonya.
View this post on Instagram
0 Comments