Wisuda ke-32 IBLAM School of Law: Tegakkan Keadilan, Wujudkan Keteladanan

Mei 19, 2026 | Berita, Event | 0 Komentar

Jakarta, 18 Mei 2026 – IBLAM School of Law kembali menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-32 Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Balai Sudirman, Jakarta, pada Sabtu (16/05). Sebanyak 340 wisudawan dan wisudawati dari Program Sarjana Hukum dan Magister Hukum mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, sebagai momentum bersejarah yang menandai keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi di bidang hukum.

Pada pelaksanaan wisuda tahun ini, IBLAM mengangkat tema “Tegakkan Keadilan, Wujudkan Keteladanan” sebagai refleksi komitmen institusi dalam mencetak lulusan hukum yang berintegritas, beretika, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-32 ini turut dihadiri oleh jajaran senat IBLAM School of Law yang terdiri dari Dr. Gunawan Nachrawi, S.H., M.H., Prof. Dr. Angkasa, S.H., M.H. Assoc. Prof. Dr. Marjan Miharja, S.H., M.H., Arrum Budi Leksono, S.T., S.H., M.H. Dr. Radian Syam, S.H., M.H., Assoc. Prof. Dr. Ina Heliany, S.H., M.H., Hj. Asri Mulyanita, S.E., M.M., Dr. Ir. Vidi Galenso Syarief, S.H., M.H., Assoc. Prof. Yusuf, S.H., M.H., bersama para pimpinan, dosen, serta tamu undangan yang hadir dalam suasana penuh khidmat dan kebanggaan.”

Prof. Dr. Angkasa, S.H., M.H. selaku Ketua STIH IBLAM dalam sambutannya berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati untuk terus belajar, menjaga etika profesi, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui pengabdian nyata sebagai insan hukum. Beliau juga menegaskan bahwa cita-cita menuju negara maju dan sejahtera tidak hanya ditentukan oleh pembangunan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh hadirnya sistem hukum yang adil dan berintegritas.

“Pembangunan nasional membutuhkan insan hukum yang menjaga demokrasi, hak asasi manusia, memberantas korupsi, melindungi masyarakat, dan memastikan pembangunan tidak meninggalkan nilai keadilan sosial.” ujar Prof Angkasa  dalam pidato Wisuda ke-32.

Feny Windiyastuti, S.H., M.H. selaku Ketua Pelaksana Wisuda ke-32 IBLAM School of Law turut menyampaikan harapannya agar para wisudawan dan wisudawati mampu menjadi insan hukum yang profesional, rendah hati, serta berani menjunjung tinggi kebenaran dalam setiap langkah pengabdiannya. Dalam sambutannya, beliau menegaskan, “Seorang sarjana hukum tidak hanya dituntut untuk memahami dan menegakkan hukum, tetapi harus mampu menjadi pribadi yang menjunjung tinggi integritas, etika, dan keteladanan dalam setiap tindakan.”

Sambutan Ketua STIH IBLAM dan Ketua Yayasan LPIHM IBLAM

Sambutan Ketua Yayasan LPIHM IBLAM

Ketua Yayasan LPIHM IBLAM, Dr. Rahmat Dwi Putranto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Wisuda ke-32 menjadi momentum istimewa seiring diraihnya predikat Akreditasi Unggul oleh IBLAM School of Law.

“Perjuangan sesungguhnya adalah membangun hukum yang lebih baik. Tema hari ini relevan dengan perjuangan kita untuk menegakkan keadilan dan mewujudkan keteladanan,” ujarnya.

Beliau juga mengajak para lulusan untuk terus menegakkan keadilan, menjaga keteladanan, serta bersama-sama mengambil peran dalam membangun Indonesia yang lebih baik melalui pendidikan dan integritas yang dimiliki.

Tri Munanto, S.E., M.Ak., yang merupakan Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III,  menyampaikan bahwa Wisuda ke-32 IBLAM telah mencerminkan tata kelola akadek yang sehat dan progresif.

“Profesi hukum adalah profesi yang mulia, tetapi kita juga tidak menutup mata bahwa kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum masih bervariasi. Godaan untuk berkompromi akan selalu ada, maka jadikan hukum untuk menegakkan keadilan.” ucap Tri Munanto.

Orasi Ilmiah dari Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia

Acara wisuda kali ini pun semakin istimewa dengan kehadiran Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia, Dr. H. Abdul Chair Ramadhan. S.H., M.H. yang juga merupakan alumni S1 dan S2 IBLAM School of Law. Beliau menekankan pentingnya menjaga integritas dan etika dalam penegakan hukum sebagai fondasi utama untuk mewujudkan peradilan yang independen dan berkeadilan. Menurutnya, kualitas hukum tidak hanya ditentukan oleh aturan, tetapi juga oleh moral dan tanggung jawab para penegak hukum dalam menjalankan tugasnya.

Sejalan dengan semangat tersebut, pada rangkaian Wisuda ke-32 ini IBLAM School of Law juga melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Komisi Yudisial Republik Indonesia terkait peningkatan integritas hakim untuk mewujudkan peradilan yang bersih serta penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendorong terciptanya ekosistem hukum yang profesional, berintegritas, dan berkeadilan.

Pada kesempatan yang sama, IBLAM School of Law juga memberikan Student Defender Award kepada Ananda Putri sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, integritas, dan kontribusi positif yang ditunjukkan selama masa perkuliahan. Dalam pesannya kepada para wisudawan dan wisudawati, Ananda menyampaikan, “Tugas kita bukan hanya menjadi cerdas secara intelektual, tetapi juga jernih secara moral dan kokoh dalam integritas.”

Ananda Putri pemenang Student Defender award

Tegakkan Keadilan, Wujudkan Keteladanan

Momentum wisuda ini menjadi awal bagi para lulusan IBLAM School of Law untuk melangkah ke dunia profesional dengan membawa nilai integritas, keberanian, dan tanggung jawab sebagai insan hukum. Tema “Tegakkan Keadilan, Wujudkan Keteladanan” menjadi pengingat bahwa ilmu yang dimiliki tidak hanya untuk mencapai keberhasilan pribadi, tetapi juga untuk menghadirkan manfaat dan kepercayaan di tengah masyarakat.

Dengan bekal akademik dan pengalaman yang telah diperoleh, para wisudawan dan wisudawati diharapkan mampu menjadi generasi hukum yang adaptif, beretika, dan siap mengambil peran dalam menciptakan masa depan hukum Indonesia yang lebih baik.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *