Cara Mendirikan PT: Tahapan Lengkap Sesuai Aturan UU Cipta Kerja

Agu 1, 2026 | Berita | 0 Komentar

Semua pengusaha seharusnya memahami cara mendirikan PT sebagai bagian dari pengembangan perusahaan. Kapan pun mengeksekusi rencana pendirian perusahaan, wawasan yang lengkap seputar legalitas usaha sangat penting. Jangan sampai bisnis berlangsung tanpa target atau terhambat berbagai perizinan karena mengabaikan urusan yang satu ini.

Cara mendirikan PT semakin mudah seiring hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja (UU No. 11 Tahun 2020). Regulasi ini mendorong para pengusaha untuk memajukan bisnis dengan meminimalisasi kendala birokrasi. Artikel ini membahas tahapan mendirikan PT umum secara lengkap — mulai dari syarat, dokumen, hingga perizinan.

Pengertian PT dan Keuntungan Mendirikannya

Perseroan Terbatas atau PT merupakan badan usaha berstatus legal atas dasar perjanjian tertentu dengan persekutuan modal. Berikut beberapa ciri PT sesuai UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas:

  • Operasional usaha menggunakan modal berbentuk saham dengan syarat dan ketentuan sesuai undang-undang.
  • PT mengelola pembiayaan, waralaba, dan urusan hak kekayaan intelektual secara mandiri.
  • Pendirian PT harus memenuhi beberapa syarat sesuai UU Cipta Kerja dan UU Perseroan Terbatas.
  • Teknis pengurusan pendirian PT bisa diserahkan kepada pihak ketiga yang kredibel.

Ada beberapa keuntungan mendirikan PT. Bisnis berstatus legal sehingga tidak lagi terganjal perizinan. Perusahaan lebih mudah mengundang investor atau menangani kerja sama dengan mitra bisnis bernilai investasi tinggi. Kredibilitas usaha semakin kuat, dan akuntabilitas keuangan lebih transparan dengan pengawasan dari para pemegang saham. Untuk memahami selengkapnya tentang kerangka hukum perusahaan di Indonesia, termasuk perbandingan PT dengan jenis badan usaha lainnya, simak ulasan terpisah yang lebih lengkap.

Ketentuan Umum Pendirian PT Sesuai Aturan Terbaru

Sebelum masuk ke tahapan teknis, penting memahami ketentuan umum pendirian PT berdasarkan regulasi yang berlaku:

  • PT Umum didirikan oleh minimal 2 (dua) orang atau lebih, dengan akta notaris berbahasa Indonesia.
  • PT Perorangan dapat didirikan oleh 1 (satu) orang WNI untuk usaha berskala mikro atau kecil, tanpa memerlukan akta notaris. Untuk PT Perorangan, lihat panduan cara pendaftaran perseroan perorangan.
  • Modal dasar PT tidak lagi ditetapkan jumlah minimumnya, sehingga lebih fleksibel bagi pengusaha pemula.
  • Sistem OSS menggantikan TDP dengan NIB sebagai identitas berusaha tunggal.
  • Perizinan usaha terbagi menjadi 4 kategori risiko: rendah, menengah rendah, menengah tinggi, dan tinggi.

Syarat Dokumen Administrasi untuk Mendirikan PT

Syarat administrasi pendirian PT semakin ramping berkat reformasi birokrasi. Dokumen yang perlu disiapkan antara lain:

  • NPWP penanggung jawab PT
  • Fotokopi KK penanggung jawab PT
  • Fotokopi e-KTP seluruh pemegang saham dan pengurus
  • Surat keterangan domisili usaha dari RT/RW setempat
  • Foto gedung atau bangunan tempat operasional PT

Tahapan Cara Mendirikan PT Langkah demi Langkah

Setelah memenuhi syarat administrasi di atas, ikuti tahapan berikut untuk mendirikan PT secara resmi.

1. Siapkan Nama PT

Nama PT bersifat unik, artinya belum pernah dipakai oleh perusahaan legal sebelumnya dan tidak mirip dengan lembaga mana pun. Nama perusahaan juga harus sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat dan ditulis menggunakan huruf latin. Pengecekan ketersediaan nama dapat dilakukan melalui platform AHU Online milik Kemenkumham.

2. Tetapkan Lokasi PT

Masukkan alamat lengkap PT sesuai dengan lokasi operasional atau kantor. Jika belum memiliki kantor fisik, penyertaan lokasi tetap bisa dilakukan dengan mendaftarkan Virtual Office (VO), selama kegiatan operasional tidak melanggar ketentuan yang berlaku.

3. Tetapkan Visi, Misi, dan Bidang Usaha

Uraikan dengan jelas tujuan mendirikan PT beserta visi dan misinya. Bidang usaha harus mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang menjadi dasar penentuan kode usaha dan jenis perizinan yang diperlukan.

4. Tentukan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi

Para pengurus PT harus jelas pembagian tugasnya. Dewan komisaris bertugas memantau kinerja dan perkembangan usaha, sementara direksi bertugas menjadi pelaksana teknis. Pembagian tugas harus sesuai dengan ketentuan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

5. Buat Akta Notaris

Ketika data sudah lengkap, hubungi notaris untuk membuat akta pendirian perusahaan. Notaris akan menginput data ke AHU Online yang terintegrasi dengan platform OSS (Online Single Submission). Akta notaris adalah syarat wajib yang membedakan PT umum dari perseroan perorangan. Untuk memahami mengapa akta pendirian begitu krusial, simak ulasan tentang jenis badan usaha yang wajib mengurus akta pendirian.

6. Urus Perizinan Usaha melalui OSS

Ini merupakan tahap akhir pendirian PT. Setelah akta disahkan, pengurusan NIB dan perizinan usaha dilakukan melalui sistem OSS yang terpusat. Jenis izin tambahan yang diperlukan (Sertifikat Standar atau Izin Khusus) ditentukan berdasarkan kategori risiko usaha sesuai kode KBLI yang dipilih.

Ringkasan Tahapan Mendirikan PT

Tahap Kegiatan Platform/Lembaga
1 Siapkan nama PT dan cek ketersediaan AHU Online (ahu.go.id)
2 Tetapkan lokasi, visi/misi, dan KBLI Internal perusahaan
3 Tentukan susunan direksi dan komisaris Internal perusahaan
4 Buat akta pendirian di hadapan notaris Notaris + AHU Online
5 Urus NIB dan perizinan usaha OSS (oss.go.id)
6 Pendirian PT diumumkan di BNRI Berita Negara RI

Kesimpulan

Mendirikan PT kini semakin mudah berkat dukungan sistem OSS yang terintegrasi dan reformasi perizinan melalui UU Cipta Kerja. Mulai dari penyiapan nama, akta notaris, hingga perizinan usaha, seluruh proses dapat dilakukan secara digital. Komitmen pemerintah untuk mendukung dunia usaha terbukti dari semakin sederhananya birokrasi.

Meski demikian, dalam praktiknya kendala tetap bisa muncul — terutama bagi pelaku usaha yang tidak memiliki waktu cukup untuk mengurus seluruh proses. Dalam situasi tersebut, menggunakan jasa konsultan hukum atau perusahaan jasa legalitas yang terpercaya bisa menjadi solusi praktis agar proses pendirian PT berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku.


Ditinjau dan diperbarui oleh Tim Redaksi IBLAM School of Law pada 1 Agustus 2026. Artikel ini membahas tahapan mendirikan Perseroan Terbatas (PT) umum berdasarkan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, termasuk mekanisme perizinan berbasis risiko melalui sistem OSS.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *